Kamis, 16 Juni 2011

Wanita Spanyol Klaim Miliki Matahari.

Moksa Hutasoit : detikNews. detikcom - Madrid, Seorang wanita asal Spanyol mengklaim dirinya sebagai pemilik Matahari. Ia juga berjanji akan menarik biaya bagi siapa pun juga yang menggunakan Matahari. Duran Angeles (49), warga asal Salvaterra do Mino, Spanyol telah mendaftarkan Matahari sebagai miliknya kepada notaris setempat. Menurut Angeles, sebuah negara memang dilarang mengklaim kepemilikan dari sebuah planet atau bintang. Namun aturan ini tidak berlaku bagi individu. "Saya tidak bodoh, saya mengerti hukum. Saya melakukan hal ini, tapi seseorang juga telah melakukannya lebih dulu," terang Angeles seperti dilansir AFP, Minggu (28/11/2010). Baca : Info Lengkap

Lapan: Kilatan Matahari Besar Baru Terjadi 2013/2014.

Ken Yunita : detikNews. detikcom - Jakarta, Peneliti Amerika Serikat (AS) melansir peringatan badai geomagnetik akibat kilatan matahari yang terbesar dalam empat tahun. Namun Lapan mempunyai pendapat lain. Kilatan yang terjadi Selasa (15/2) lalu tidak terlalu signifikan. "Iya, kita memantau juga tapi dari data kita tidak terlalu besar ya, masih biasa saja" kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antarika Lapan Sri Kaloka saat berbincang dengan detikcom, Kamis (18/2/2011). Menurutnya, jika kilatan tersebut tergolong besar dan berdampak pada bumi, maka pihaknya akan menginformasikan kepada publik. "Kita akan beri peringatan kalau memang itu akan berdampak kepada bumi," katanya. Sri Kaloka mengatakan, dalam dunia astronomi, kilatan matahari tersebut biasa disebut flare atau bisa juga disebut lontaran massa korona (CME). Kilatan-kilatan ini sering sekali terjadi di matahari. Baca : Info Lengkap

Gerhana Total Usai, Bulan Mulai Terlihat Kembali.

Kamis, 16/06/2011 04:51 WIB. detikcom - Jakarta, Elvan Dany Sutrisno : Tahapan gerhana bulan total hampir usai. Perlahan-lahan bulan mulai terlihat kembali. Pantauan detikcom di wilayah Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011), pukul 04.30 WIB, bulan mulai terlihat jelas. Bayangan gelap yang menutup bulan satu jam sebelumnya sudah mulai bergeser ke tepi. Namun tidak mudah melihat bulan dengan kasat mata. Hal ini karena terkadang bulan tertutup awan yang cukup tebal. Anda dapat mengakses http://eclipse.slooh.com/ untuk melihat secara langsung proses berakhirnya gerhana bulan total. Website tersebut menjadi solusi karena laman live streaming serupa milik Observatorium Bosscha dan emenkominfo tak dapat diakses. Baca : Info Lengkap